Harga PS5 Tembus Belasan Juta, Dampak dari Perang Iran-Amerika Serikat?

Sony Group kabarnya menaikkan harga konsol PlayStation (PS) 5 secara global. Menurut beberapa sumber, salah satu pemicunya adalah dampak dari perang Iran dan Amerika Serikat. Kenaikan harga dari PS5 ini juga terjadi karena naiknya biaya komponen utama seperti chip memori.

Ketatnya persaingan di industri teknologi dalam mengembangkan kecerdasan buatan (AI), membuat produsen lebih memprioritaskan chip pusat data yang memiliki keuntungan lebih tinggi. Karena itulah, akhirnya memperketat pasokan untuk perangkat konsumen seperti yang dijual Sony.

Mulai 2 April, harga PS5 standar di Amerika Serikat menjadi US$649,99 (Rp11,04 juta), yang sebelumnya seharga US$549,99 (Rp9,34 juta).  Sementara itu, edisi digital kini dibanderol US$899,99 (Rp10,19 juta), lalu PS5 Pro kelas atas dijual dengan harga US$899,99 (Rp15,29 juta). Harga PlayStation Portal remote player  juga akan naik dari US$199,99 (Rp 3,39 juta) menjadi US$249,99 (Rp4,24 juta)

Mengutip dari laman The Guardian, serangan Iran pada pertengahan Maret terhadap fasilitas ekspors gas alam Qatar disebut telah membuat fasilitas itu ditutup. Hal tersebut mengancam pasokan helium, sebagai bahan baku utama untuk produksi chip komputer.

Para analis pun menilai bahwa kenaikan harga PS5 ini kemungkinan akan menghambat perkembangan pasar video game tahun ini.

Adapun pengembang Fortnite, Epic Games, mengatakan penjualan konsol yang menurun menjadi alasan mereka melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 1.000 karyawan yang telah diumumkan awal pekan ini.

Sony sebelumnya sempat menaikkan harga PS5 sekitar US$50 di pasar Amerika Serikat pada Agustus tahun lalu. Di waktu yang berdekatan, Microsoft turut menyesuaikan harga konsol Xbox miliknya.

Bagaimana pendapat kalian? Apakah masih worth it membeli PS5 saat ini?

Top up game favoritmu sambil baca berita terkini di PasarGames!

Leave a comment