IGRS atau Indonesian Game Rating System di Steam dilaporkan telah hilang saat dipantau pada Selasa, 7 April 2026. Sebelumnya, sistem rating ini sempat ramai dibicarakan di media sosial karena banyak gamer di Indonesia menilai klasifikasi usianya tidak sesuai dengan konten game yang ditampilkan.
Sejumlah pengguna di X menyoroti adanya ketidaksesuaian rating. Misalnya, Breath of Fire IV diberi label 18+ karena mengandung unsur rokok, alkohol, hingga kekerasan. Namun di sisi lain, ada game dengan konten seksual, pornografi bahkan kekerasan yang justru mendapat rating 3+, sehingga dinilai membingungkan dan berpotensi menyesatkan.
Menanggapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan bahwa rating tersebut bukan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi. Sistem rating di Steam disebut menggunakan mekanisme self-declare, sehingga belum melalui proses penilaian sesuai aturan di Indonesia.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi orang tua yang mengandalkan label usia untuk menentukan game yang layak dimainkan anak. Padahal, IGRS sendiri dibuat sebagai sistem klasifikasi untuk memberikan panduan terkait konten game.
Dalam sistem ini, permainan seharusnya diklasifikasikan berdasarkan konten seperti kekerasan, bahasa, unsur seksual, horor, hingga simulasi perjudian. Hal ini menentukan kategori usia pemain yang diperbolehkan memainkan game tersebut. Kategori usia dalam sistem IGRS antara lain semua usia, 3+. 7+, 13+, dan 18+.
Jika mengacu pada pernyataan resmi dari Komdigi tersebut, pemerintah akan segera meminta klarifikasi resmi dari pihak Steam. Jadi gamer di Indonesia masih harus menunggu hasil diskusi dari kedua belah pihak.
Top up game favoritmu sambil baca berita terkini di PasarGames!